Yuk Simak Plus Minus Material Plafon

Tripleks, gipsum, serta fiber semen ialah 3 tipe material yang cukup terkenal serta tersering dipakai untuk langit-langit rumah.

Semacam apa ciri-ciri, kelebihan, serta kekurangan semasing material?

Sekarang ini terdapat beberapa tipe material yang dapat digunakan untuk langit-langit rumah.

Dari banyaknya macam berbahan, ada 3 tipe material yang banyak digunakan, yakni tripleks, gipsum, serta fi ber semen.

Supaya tidak salah pilih, sebaiknya kamu kenal bertambah dekat ciri-ciri ke-3 bahan plafon ini.

1. Tripleks, Murah serta Gampang Terpasang

Simak Juga : plafon gypsum

Bahan tripleks adalah tipe penutup plafon yang seringkali digunakan, khususnya di warga kelompok menengah ke bawah.

Di pasar material ini ada dalam ukuran 122cm x 244cm dengan ketebalan 3mm, 4mm, serta 6mm.

Tripleks bisa terpasang helaian tanpa ada dipotong-potong atau dipisah jadi empat sisi agar bertambah gampang dalam pengaturan serta penempatannya.

Sedang kerangka plafon bisa memakai kayu kasau 4/6 atau 5/7 dengan ukuran kerangka kayu 60cm x 60cm.

Untuk material memiliki bahan landasan kayu yang rawan pada air, tripleks seharusnya cuman terpasang di ruang dalam (interior).

Bila digunakan untuk plafon exterior, tekankan atap tidak bocor serta rembes, dan plafon bebas dari tampias air hujan.

Kelebihan
Berbahan relatif enteng.
Gampang serta sederhana memasangnya.
Bila berlangsung kerusakan, gampang untuk mengubahnya.
Penempatannya bisa dilaksanakan oleh tukang kayu.
Gampang didapat di pasar pada harga yang relatif murah.
Kekurangan

Tidak tahan pada api hingga gampang terbakar.
Tidak tahan pada air atau serapan.
Bila seringkali terserang air akan langsung membuat bintik yang susah hilang walau dicat lagi. Serta dapat membuat plafon remuk.
Tidak tahan pada rayap.
Sambungan antarpapan tripleks tidak rapi, hingga penampilannya nampak kurang menarik.
Antarpapan ada sela (seperti nat), yang tidak bisa ditutup dengan kompon. Ini karena kompon tidak bisa bersatu dengan bahan kayu.

2. Fiber Semen, Tahan Rayap serta Air

Untuk menangani kekurangan material tripleks serta gipsum yang kurang tahan pada air, jamur, bentrokan keras, rayap serta api, ada fiber semen untuk pilihan yang dapat digunakan untuk interior serta exterior.

READ  Bunuh Virus di Rumah dengan Rekomendasi Cat dan Pelapis Ini Yuk

Baca Juga :harga gypsum

Material ini dibuat berbahan kombinasi semen, pasir silika, gipsum, serat selulosa, serta zat aditif untuk penguat.

Untuk material yang memiliki kandungan bahan semen serta pasir, papan fiber semen bertambah berat dibandingkan gipsum pada ketebalan yang serupa.

Oleh karenanya, penempatan fiber semen harus dengan alat yang makin hebat seperti bor serta gergaji mesin, serta menghisap panas.

Plafon fiber semen bisa terpasang pada kerangka kayu atau besi hollow.

Sekarang ini ada banyak brand plafon fi ber semen yang tersebar di pasar, dua salah satunya GRC (glassfi ber reinforced cement) produksi PT Bangun Perkasa Aditama Sentral serta Kalsiboard produksi PT Eternit Gresik.

Papan fiber semen GRC serta Kalsiboard mempunyai ukuran yang sama juga dengan gipsum, yakni 120cm x 240cm.

Ketebalannya beragam, di antara 4–10mm pada GRC serta 3,5-6mm untuk Kalsiboard.

Tetapi, pengembang seringkali memakai fiber semen 4mm untuk GRC serta 3,5-4,5mm untuk Kalsiboard.

Kelebihan

Tahan pada air, rayap, bentrokan, serta tidak merambatkan api.

Dapat digunakan di interior serta exterior.
Dapat terpasang memakai kerangka kayu serta besi hollow.
Bebas berbahan asbes (Kalsiboard).
Gampang didapatkan di pasar.
Kekurangan

Bahan bertambah keras serta lebih berat dibandingkan gipsum, hingga penempatan bertambah susah.
Penempatan dengan kerangka besi hollow harus memakai paku spesial.
Sambungan kurang rapi serta gampang retak.
Perawatan plafon yang rusak bertambah susah dibandingkan gipsum.
Harga tambah mahal dari gipsum

Buat Plafon Tinggi Agar Panas Pergi
3. Gipsum, Plafon Rata serta Mulus

Gipsum adalah material plafon yang sekarang terbanyak digunakan sesudah tripleks.

Material ini banyak digunakan pada beberapa rumah memiliki nuansa kekinian.

Serta sekarang sebagian besar pengembang memakai gipsum untuk plafon project rumah mereka.

Plafon yang rata, mulus, tanpa ada nampak sambungan satu diantara daya tarik plafon ini.

Di pasar, gipsum dipasarkan berbentuk helaian memiliki ukuran 120cm x 240cm. Tetapi ada pula produsen yang menghasilkan ukuran spesial.

Ketebalannya beragam di antara 9-15mm, dengan ketebalan bagus 9mm.

READ  Yuk Ketahui Tinggi Ideal Pagar Rumah

Gipsum type standard warnanya putih atau abu-abu, tetapi untuk beberapa fungsi spesial ada yang hijau, biru, beige (krem), serta merah muda.

Papan gipsum bisa terpasang memakai kerangka kayu atau metal (besi hollow). Bila menggunakan kerangka kayu, karena itu penempatannya memakai paku, sedang pada besi hollow menggunakan sekrup.

Di pasar ada beberapa jenis brand gipsum, salah satunya Jayaboard (produksi PT Petrojaya Boral Plasterboard), Elephant (produksi PT Siam-Indo Gypsum Industry), Knauf (PT Knauf Gypsum Indonesia), serta A Plus.

Kelebihan

Membuahkan plafon yang rata, mulus tanpa ada nampak sambungan. Ini akan susah didapat bila memakai plafon memiliki bahan tripleks contohnya.
Dapat dibikin bermacam-macam, seperti bertingkat (drop/up ceiling), kubah (dome) dan lain-lain.
Modenya dapat beragam sebab gipsum mempunyai bermacam aksesories serta hiasan, dari mulai lis, hiasan tengah, hiasan pojok dan sebagainya.
Gampang dalam perawatan serta pembaruan. Jika ada yang rusak tak perlu mengubah semua helaian, tetapi cukup melakukan perbaikan sisi yang rusak saja dengan skema dempul memakai kompon (plester).
Proses penempatan cepat serta rapi.
Tidak gampang terbakar serta dikonsumsi rayap.
Dapat terpasang memakai kerangka kayu serta besi hollow.
Gampang didapatkan di pasar.
Kekurangan

Tidak tahan pada air. Jika berlangsung serapan air dari atap tentang plafon, akan tinggalkan bintik bintik pada permukaan gipsum. Serta dapat membuat plafon remuk.
Perlu ketrampilan dalam penempatan.
Tidak tahan pada bentrokan.