Yuk Intip Penghargaan ‘Herman Johannes Award’ Sang Penemu Pondasi Cakar Ayam

Fakultas Tehnik UGM serta Keluarga Alumni Fakultas Tehnik Kampus Gadjah Mada (Katgama) memberi penghargaan ‘Herman Johannes Award’ pada putra-putri bangsa Indonesia yang sudah memberi karya, layanan serta dedikasi untuk tanah air. Tahun 2019 ada empat penerima ‘Herman Johannes Awards’, diantaranya Alm Prof Dr (HC) Ir RM Sedijatmo Atmohoedojo untuk bagian konstruksi terapan yang diketahui untuk penemu skema fondasi konstruksi cakar ayam.

Penghargaan ‘Herman Johannes Award’ pada Alm Prof Dr (HC) Ir RM Sedijatmo Atmohoedojo diberi oleh Ketua Katgama Agus Priyatna diterima putri ke-4 mendiang yakni Asti Tedjaswati pada peringatan Hari Pendidikan Tinggi Tehnik (HPPT) ke-73 di Grha Sabha Pramana UGM Yogyakarta, Jumat (22/2/2019). Sedang tiga penerima ‘Herman Johannes Award’ yang lain yakni Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang terima penghargaan untuk bagian industri 4.0, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi untuk bagian diplomasi internasional serta Menteri Perhububungan Budi Karya Sumadi untuk bagian transportasi. Ikut ada dalam penganugerahan, Dekan FT UGM Prof Nizam serta Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono MEng DEng.

Asti Tadjawati akui cukup terharu dengan penghargaan ‘Herman Johannes Award’ yang diberi FT UGM serta Katgama untuk mendiang ayahnya. “Saya benar-benar terharu, mengucapkan syukur serta benar-benar mengucapkan terima kasih pada UGM serta Katgama. Walau bapak telah wafat benar-benar lama masih ada yang mengingat karya serta jasa-jasa dari bapak,” jelas Asti pada KR

selesai terima penghargaan. Prof Dr (HC) Ir RM Sedijatmo Atmohoedojo lahir di Karanganyar 24 Oktober 1903 serta meninggal dunia di Jakarta pada 15 Juli 1984. Pendidikan tingginya dilakukan di TH Bandung (saat ini ITB) pada 1930-1934.

Asti menjelaskan, Sedijatmo mencetuskan ide skema fondasi konstruksi cakar ayam di tahun 1962. Lahirnya inspirasi kreatif tehnik cakar ayam bermula dari kesusahan konstruksi hadapi tanah lunak. Ide konstruksi fondasi skema cakar ayam terbagi dalam plat beton yang dibantu pipa-pipa beton di bawahnya. Pipa yang yang menempel, bersatu serta menerkam dengan benar-benar kuat di tanah lembek seperti langkah kerja cakar ayam. Skema fondasi cakar ayam ini sudah diketahui dibanyak negara, serta sudah memperoleh pernyataan paten internasional di 11 negara diantaranya Indonesia, Jerman, Inggris, Prancis, Belgia, Kanada, Belanda, Denmark serta Amerika Serikat.

READ  Yuk Intip Komposisi Baja Ringan Yang Bikin Tahan Cuaca

Menurut Asti, dalam membuat satu karya, semangat yang digunakan oleh Sedijatmo untuk mengakhiri permasalahan serta menolong rakyat kecil. Kecuali membuat skema konstruksi cakar ayam untuk hadapi tanah lunak, Sedijatmo membuat pipa cepat skema Indonesia serta pompa air hidrolik pada pembangunan bendungan Jatiluhur. “Beberapa karya bapak memang diperuntukkan untuk memberi faedah langsung buat warga serta negara,” tuturnya. Penerus Alm Prod Sedijatmo dari FT UGM diantaranya Prof Dr Ir Bambang Suhendro, Prof Dr Ir Harry Christady, Ir Maryadi Darmokumoro serta Ir Partnerbani.