Upaya Mengendalikan Bahaya Timbal dalam Cat

Timbal sama berbahayanya dengan merkuri. Salah satunya logam berat namanya lain Plumbum (Pb) ini dapat menghalangi perkembangan anak serta perubahan otak. Tetapi muatan logam beracun ini ada banyak diketemukan dalam cat kayu serta besi berwarna-warni. Standard keamanan cuma jadi referensi, bukan keharusan yang perlu diaplikasikan. Sesaat info pada warga minim diberi.
Taman bermain anak tetap sarat dengan warna cerah. Perosotan berwarna kuning, ayunan berwarna hijau, jungkat-jungkit berwarna merah atau jingga. Kecemerlangan warnanya jadi rona seirama dengan tawa bahagia beberapa anak yang sering bermain disana.
Tetapi siapa anggap, kilap warna-warni itu diam-diam simpan bahaya bila cat enamel yang dipakai memiliki kandungan timbal. Muatan timbal pada cat membuat warna cat semakin pekat menyala serta cepat kering. Walau sebenarnya tipe logam berat namanya lain Plumbum (Pb) ini tidak jauh tidak sama seperti merkuri sebagai toksin pada tubuh, ditambah lagi buat anak yang masih tetap kecil serta ringkih.
Walau tidak berefek langsung, paparan timbal dalam periode panjang pada anak dapat mengakibatkan keterbelakangan mental, masalah saraf, pengurangan IQ, sampai mengganggu metabolisme badan. Karena dia dapat menggempur skema saraf pusat serta otak, ginjal, darah, tulang.
Tema itu pernah memeriahkan jagat maya di minggu paling akhir Oktober 2019. Dikarenakan Nexus3 atau BaliFokus, instansi swadaya warga yang konsentrasi mengadvokasi lingkungan hidup anti toksin, meluncurkan hasil riset yang menyebutkan jika 69 % perlengkapan taman bermain di Jakarta memiliki kandungan timbal lebih dari pada 90 ppm (part per million)—ambang batas aman muatan timbal menurut standard WHO.
“Tingginya kandungan timbal yang teridentifikasi pada cat perlengkapan bermain di luar ruang benar-benar mencemaskan serta tidak bisa diterima dari faktor kesehatan… Situasi cat yang mengelupas akan bersatu dengan debu serta tanah, yang bisa masuk dalam pada tubuh beberapa anak lewat sikap tangan-ke-mulut,” kata Yuyun Ismawati, Penasihat Senior Yayasan Nexus3, dalam rilisnya.
Riset hasil kerjasama dengan IPEN, jaringan global praktisi lingkungan anti toksin, ini dilaksanakan di 32 taman bermain di Jakarta, 20 taman publik serta 12 taman di ruang mal atau apartemen. Memakai alat analisa X-Ray Fluorescence (XRF), Nexus3 mendapatkan muatan timbal paling tinggi rerata ada pada warna kuning atau merah dengan angka lebih dari pada 4.000 ppm, 44 kali lipat semakin tinggi dari batas aman yang diputuskan dengan cara internasional.
Janji Mengatur Bahaya Timbal dalam Cat (1)
Beberapa anak bermain di RPTRA Meruya Selatan, Jakarta. Photo: Nugroho Sejati/kumparan
Riset muatan tinggi timbal dalam cat kayu serta besi ini bukanlah salah satu, bukan juga yang pertama. Di Indonesia, BaliFokus/Nexus3 minimal sudah mempelajari muatan timbal semenjak 2013.
Di tahun itu riset dilaksanakan pada 78 contoh cat enamel yang umum dipakai pada kayu serta besi, termasuk juga alat bermain anak di luar ruang. Hasilnya memperlihatkan 77 % contoh cat memiliki kandungan timbal lebih dari pada 90 ppm, 26 salah satunya serta bertimbal lebih dari pada 10.000 ppm.
2 tahun selanjutnya eksperimen kembali lagi dilaksanakan, kesempatan ini pada 121 contoh cat yang dipasarkan bebas di Denpasar serta Jabodetabek. Hasilnya tidak jauh tidak sama, 94 contoh cat memiliki kandungan timbal lebih dari pada 90 ppm. Muatan paling tinggi capai 102.000 ppm ada dalam beberapa warna jelas seperti kuning, jingga, merah, serta hijau.
Walau sebenarnya waktu itu sudah diedarkan SNI ISO 8124-3:2010 untuk Mainan Anak menyebutkan jika muatan timbal dalam perlengkapan bermain anak tidak diperkenankan lebih dari pada 90 ppm. Sesaat SNI 8011:2014 untuk cat dekoratif menyebutkan jika muatan timbal pada cat tidak bisa lebih dari pada 600 ppm.
“Di Indonesia standarnya kan SNI serta SNI (cat dekoratif) itu masih menghalalkan angka aman timbal di 600 ppm. Sesaat standard WHO sudah harus kurang dari 90 ppm, serta hasil penemuan kami ada yang 4.000 ppm, jauh dong,” tutur periset Nexus3, Yune Aribowo, waktu terlibat perbincangan bersama-sama kumparan di Laulau Kafe, Jakarta Selatan, pada Selasa (26/10).
Tetapi pemenuhan standard nasional itu juga tidak berbentuk harus, tetapi suka-rela. “Ada 2 langkah, pertama produsen lakukan sertifikasi SNI atas ide sendiri lalu disampaikan ke KLHK agar dapat masuk e-katalog green merek KLHK, ke-2 sertifikasi atas perintah dari pemerintah tetapi jika tidak dilaksanakan tidak ada sangsi apa saja,” kata Yune.
Janji Mengatur Bahaya Timbal dalam Cat (2)
Toxic Program Officer Nexus3, Sonia Buftheim mengecek kandungan timbal cat di Jakarta, Rabu (30/10). Photo: Jamal Ramadhan/kumparan
Periset Nexus3 yang lain, Sonia Buftheim, menjelaskan jika tiadanya keharusan untuk penuhi standard nasional itu seakan jadi kekosongan hukum. Dia memandang bermacam hasil riset berkaitan muatan timbal pada cat kayu serta besi di Indonesia ditanggapi demikian lamban.
“Kita penginnya ada peraturan kan. Tetapi semasa 6 tahun itu responsnya kurang progresif. Hanya dijawab, ‘oh oke’,” sebut Sonia yang didapati kumparan dengan cara terpisah di Kebagusan City, Jakarta Selatan, pada Rabu (27/10).
Walau sebenarnya, menurut Sonia, dengan mengaplikasikan standard internasional muatan timbal di bawah 90 ppm dapat jadi keuntungan buat produsen. “Mereka dapat export sebab di beberapa negara lain, serta Filipina, strict 90 ppm standarnya.”
Dengan cara global, cat memiliki kandungan timbal di atas 90 ppm sudah dilarang di beberapa negara. Perancis, Belgia, serta Austria sudah menampik timbal serta semenjak 1909. Sebelum masuk tahun 1940, semua negeri di Eropa sudah larang muatan tinggi timbal dalam cat.
Sesudah 38 tahun, Amerika Serikat mengejar menampik cat bertimbal tinggi pada 1978. Fakta intinya tidak lain serta tidak bukan ialah efek kesehatan serta hak ekologis berbentuk lingkungan anti toksin buat masyarakatnya. Keharusan penuhi batas optimal kandungan timbal 90 ppm untuk beberapa produk taman bermain di Amerika Serikat ditata dalam Undang-undang Kenaikan Keamanan Keselamatan Produk Customer.

READ  Yuk Intip Kabel Listrik di Halaman Meuligoe Bupati Aceh Besar Tertimpa Pohon Tumbang

Baca Juga : harga cat besi

Di Asia Tenggara, muatan cat bertimbal lebih dari pada 90 ppm memang ada banyak diketemukan. Salah satunya negara yang sudah dengan cara tegas larang pemakaian timbali lebih dari pada 90 ppm ialah Filipina sesudah pemerintahnya keluarkan surat edaran larangan pada 2016.
Janji Mengatur Bahaya Timbal dalam Cat (3)
Contoh cat warna kuning (ujung kiri) serta merah (tengah) yang semakin jelas serta pekat memiliki kandungan timbal semakin tinggi. Photo: Jamal Ramadhan/kumparan
Masalah efek kesehatan muatan timbal yang tinggi dalam cat besi serta kayu sudah berkali-kali dikatakan. Tiap selesai riset, kata Sonia, teamnya tetap berunding dengan faksi produsen cat dan Kementerian Perindustrian.
“Tetapi umumnya mentok di Kemenperin. Mereka katakan industri masih perlu. Walau sebenarnya kita sudah nunjukin ada kok perusahaan lokal yang dapat bebas timbal,” sebut Sonia.
Menyikapi hal itu petinggi di Direktorat Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian, Irwansyah, menyebutkan jika kementerian merencanakan turunkan standard muatan timbal untuk cat dekoratif dari 600 ppm jadi 90 ppm.
“Tetapi jika bicara SNI harus, kan ada persiapan dahulu dari lab ujinya, dari infrastrukturnya… Kita maunya ketentuan itu bagus untuk warga kita, mempertahankan kesehatan manusia, lingkungan. Kementerian memberikan dukungan pada intinya. Tetapi kita harus juga lihat kekuatan dari industri kita,” tuturnya saat dikontak kumparan pada Rabu malam.
Menurut Irwansyah, pemerintah tidak dapat terburu-buru untuk mengharuskan semua produsen cat mendesak kandungan timbal dalam produknya. Dia menjelaskan beberapa perusahaan besar cat sudah siap, namun diperlukan analisis lengkap. “Tetapi balik lagi bahan baku untuk alternatif supaya timbalnya rendah kan memang cukup mahal,” sebut Irwansyah.
Menurut periset LIPI, Agus Haryono, sudah banyak bahan lain alternatif timbal yang semakin ramah lingkungan. “Material organik untuk pewarna kan banyak, contohnya azo. Walau ada beberapa macam azo yang mulai dilarang sebab beresiko buat kesehatan. Senyawa azo dinitroanilina diketahui berbentuk mutagenik, senyawa azo benzidina berbentuk karsinogenik. Tapi senyawa azo lainnya masih bisa dipakai untuk pewarna untuk beberapa aplikasi,” sebut Agus pada kumparan di kantornya, LIPI, Jakarta Selatan.
Alternatif lain dari senyawa anorganik seperti metal oxide, seperti misalnya besi oksida yang bisa membuahkan warna kuning, jingga, sampai merah. Harga pewarna organik memang seputar 5 sampai 10 % tambah mahal dari timbal. Tetapi dia yakin harga akan turun bila keinginan telah bertambah.
Dia sempat juga lakukan sosialiasi untuk menggerakkan pengurangan kandungan timbal dalam cat. “Seringkali sich kita dialog dengan Kemenperin, dengan industri, untuk publikasi alternatif timbal. Semenjak tahun 2012-2013 industri tahu telah ada alternatif timbal,” tuturnya. “Hanya sebab tidak ada kewajiban, hingga yang di-import masih timbal.”
Janji Mengatur Bahaya Timbal dalam Cat (4)
Timbal di Taman Bermain Photo: Argy Pradipta/kumparan
Sesaat menunggu lahirnya ketentuan yang semakin pro hak ekologis serta membuat perlindungan kesehatan customer, masalah yang ditemui masyarakat untuk customer sekarang ini ialah hak atas info muatan pada cat kayu serta besi.
“Permasalahannya lagi, customer tidak punyai keluluasaan untuk tahu, ini bebas timbal atau tidak. Customer pemula tidak tahu masalah timbal. Di kaleng itu umumnya hanya ada langkah mengecat yang baik. Produsen jarang-jarang yang cantumin produknya memiliki kandungan apa saja,” sebut Sonia.
Hal itu membuat customer tidak ketahui adakah pilihan cat bebas timbal atau mungkin tidak. Buat Sonia, kecuali peraturan, sasaran riset yang dilakukan semasa enam tahun paling akhir ini ialah awareness, kesadaran warga berkaitan efek kesehatan dari cat bertimbal. Dia mengharap customer dapat menggerakkan produsen-produsen cat untuk mengumumkan produknya bebas timbal.
Pengakuan sama dikatakan oleh Agus. Deputi bagian Pengetahuan Pengetahuan Tehnik LIPI itu mengharap walau belum diharuskan, produsen dapat memberikan apa produknya bebas timbal atau mungkin tidak. “Produk plastik saja telah mulai banyak yang memberikan ‘tidak memiliki kandungan bpa’, contohnya. Hingga orang dapat pilih untuk kesehatan keluarganya.”
Tidakkah mendapatkan info produk yang aman serta lingkungan anti toksin ialah hak kita?

READ  Yuk Intip prospek bisnis Arwana Citramulia di semester kedua