Kusen Kayu Daur Ulang Kian Diminati

Melalui kreasi, bermacam macam kayu sisa hasil bongkaran rumah, sanggup dipoles menjadi lagi bermacam produk kusen, pintu, sampai daun jendela. Pecintanya juga lumayan tinggi. Ditambah, harga jualnya yang lebih murah, bila dibanding dengan produk sama dari olahan kayu baru, tetapi kualitas tidak kalah.

Pemilik gudang bongkaran, sekalian wiraswasta layanan bedah bangunan, Ngadiman, waktu didapati di gudang bongkaran kepunyaannya di jalan Kol Hardijanto, Trangkil, Gunungpati Semarang, Selasa (10/11/2020). photo Arixc Ardana
Dengan cekatan, Yadi, memasah kayu serta menyusunnya jadi daun jendela. Karyawan di gudang bongkaran ‘Menoreh Kreatif’ itu, kadang-kadang menyaksikan hasil garapannya. Tidak berapakah lama, memakai mesin pemotong, dianya selekasnya menggunting kelebihan kayu.

“Ini seluruh dibikin dari kayu daur ulangi sisa bongkaran. Ini dari kayu sisa untuk usuk atap rumah,” tuturnya, sambil memperlihatkan hasil polesannya, saat didapati di gudang bongkaran itu, di tepian jalan Kolonel Hardijanto, Trangkil, Gunungpati Semarang, Selasa (10/11/2020).

Baca Juga : lantai kayu

Diuraikan, untuk bikin jendela itu, dianya pilih kayu sisa yang keadaannya masih bagus. “Terbagus, kayu sisa reng atau usuk, sebab biasanya lempeng serta sedikit sisa paku. Jika ada, kelak dapat ditutup dempul,” terangnya.

Proses pengerjaan jendela itu, terhitung cepat, dalam satu hari dianya dapat membuat 2-3 daun jendela, dengan bermacam ukuran,bergantung dari keinginan atau pesanan konsumen.

“Langsung order ke pak Ngadiman (pemilik usaha-red), kelak saya tinggal buat sama perintah. Walau ini dibuat dari kayu sisa, tetapi kualitas saya jamin masih bagus, sebab kayunya bagus. Banyak yang gunakan kayu jati,” sambungnya.

Hal seirama dikatakan Ngadiman, pemilik gudang sekalian wiraswasta layanan bedah rumah. Diuraikan, dianya manfaatkan kayu hasil bongkaran untuk bikin kusen, daun jendela, sampai daun pintu.

“Jika bongkaran rumah, rerata semua diambil. Dari lantai keramik, toilet kamar mandi, sampai jendela, pintu, sampai kayu reng atau usuk rumah. Bila lainnya saya jual jadi barang sisa, tetapi untuk kayu kusen, jendela, pintu sampai reng serta usuk, saya poles kembali jadi produk daur ulangi,” tutur Ngadiman.

READ  Peringati Kemerdekaan RI Ke-75, Ini yang Dilakukan AkzoNobel Indonesia

Diutarakan, walau dibuat dari kayu sisa, kualitas produknya tidak berbeda jauh dari kusen serta jendela yang dibuat dari kayu baru. Menurut dia, dianya masih memprioritaskan kualitas terhebat dalam mengolah kusen atau jendela itu.

“Kita bikin sama pesanan yang masuk. Perbedaannya sama yang baru, konsumen dapat memperoleh kusen atau jendela pada harga yang lebih dapat dijangkau tetapi kualitas bagus,” paparnya.

Dia menjelaskan untuk kusen atau jendela berbahan kayu Kalimantan sisa ukuran 6×12 dibanderol pada harga Rp 65-75 ribu per meternya. Sedang harga produk kusen atau jendela dari kayu biasa dibanderol pada harga di bawah Rp 70 ribu.

“Jika dari kayu jati 6×12, lebih kurang sampai Rp175 ribu per mtr.. Sedang ukuran 6×15 dapat sampai Rp 275 ribu per mtr.,” pungkasnya.

Harga itu dihitung per mtr. ‘lari’, misalkan kusen pintu ukuran 210 cm. x 90 cm., dengan kayu Kalimantan ukuran 6×12, maka dipandang 5,1 mtr. x Rp 65 ribu atau Rp 331.500.

Artikel Terkait : bata ringan

“Harga setengah dari harga baru. Bahkan juga untuk bahan kayu jati, rerata yang kita gunakan berbentuk kayu jati dari hasil Perhutani, yang masuk kualitas grade A atau khusus. Kayu jati Perhutani ini, rerata baru ditebang minimum usia 50 tahun, jadi mutunya sangatlah baik. Bahkan juga bila ditempatkan di tanah, rayap saja tidak berani makan. Harga anyarnya capai Rp 500 ribu per mtr.,” tuturnya 1/2 berpromosi.

Selama ini, keinginan kusen dari kayu daur ulangi itu cukup konstan antara 10 -20 pesanan per bulan. Sekali pemesanan itu, dapat terbagi dalam bermacam macam produk, dimulai dari kusen, daun jendela atau pintu.

Sesaat, salah seorang konsumen setia, Dian akui pilih daun jendela dari kayu daur ulangi, sebab kebatasan dana yang dipunyai. “Walau ini dari kayu daur ulangi, hasilnya masih bagus. Bahkan juga tidak terlihat jika dari kayu sisa, sebab telah dipoles kembali. Harga tambah murah, jadi pas untuk saya, yang bujetnya terbatas,” ujarnya.

READ  Jangan Lewatkan Dampak Coronavirus Pada Pasar Besi Beton