Ini Alasan Warga Adukan Pabrik Bata Ringan ke DPRD Loteng

Beberapa perwakilan masyarakat Dusun Batunyala Kecamatan Praya tengah, Senin, 5 Oktober 2020, menyampaikan PT. Lombok Mulya Jaya ke DPRD Lombok tengah (Loteng). Susul sangkaan berlangsungnya pencemaran lingkungan oleh sampah pabrik produsen bata enteng itu. Tidak itu saja, masyarakat menyangka izin operasi pabrik itu memiliki masalah.

Masyarakat yang disampingi pengurus MPC Pemuda Pancasila (PP) Loteng, akui kecuali sangkaan pencemaran lingkungan, asap dari mesin pabrik cukup mengusik masyarakat seputar. Sebab seringkali bersatu debu hasil dari produksi bata enteng. “Debu dari pabrik telah masuk di beberapa rumah masyarakat,” saya Junaidi, perwakilan masyarakat.

Simak Juga :bata ringan

Di depan Ketua Komisi III DPRD Loteng, masyarakat menjelaskan mulai sejak dibuat seputar tahun 2017 lalu serta bekerja tahun 2019, banyak masalah yang ada. Khususnya masalah pemrosesan sampahnya yang disangka tidak sesuai peraturan yang ada. Bahkan juga, ada tanda-tanda sampah kimia beresiko atau B3 yang dibuat pabrik itu dibuang demikian saja dengan ditanamkan di tempat pabrik.

“Jika sangkaan ini betul berlangsung, jelas ini benar-benar beresiko. Karena itu, kami minta DPRD Loteng dapat membuat team spesial untuk ungkap sangkaan pencemaran lingkungan yang dilaksanakan faksi pabrik,” desaknya.

Berkaitan aduan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Loteng, H. Amir Ali, menjelaskan jika dari bagian hal pemberian izin, pabrik itu tidak ada masalah. Dengan periodik tiap 6 bulan sekali faksi pabrik terus memberikan laporan perubahan perlakuan sampahnya. Jika selanjutnya ada yang dirasa memiliki masalah oleh masyarakat kelak faksinya akan ke lapangan.

Hal seirama dikatakan Ketua Komisi III DPRD Loteng, Andi Mardan. Faksinya kelak akan turun ke tempat pabrik untuk memeriksa kebenaran info yang ada. Tetapi awalnya itu, Komisi III DPRD Loteng akan lakukan analisis serta pelajarian dokumen yang ada. “Kelak kita akan coba turun untuk meng-cross check info yang masuk,” imbuhnya.

Artikel Terkait : harga bata merah

Disamping itu, perwakilan PT. Lombok Mulya Jaya, Darminto, menjelaskan jika faksinya telah mengantongisi seluruhnya izin yang dibutuhkan, termasuk juga izin pemrosesan sampah. Meskipun begitu, untuk sampah kimia tidak dapat diproses dengan berdikari. Dalam soal ini, sampah yang dibuat cuman dimuat untuk selanjutnya dikirim ke Pulau Jawa untuk diproses.

READ  Jangan Lewatkan tambang andesit baru milik Indocement (INTP) Sudah 30 Tahun Loh

“Tetapi di depan kita telah berencana untuk lakukan kenaikan sarana perlakuan sampah. Hingga pemrosesan sampah kimia bisa dilaksanakan di sini langsung. Pengajuannya sedang dalam proses,” jawabannya.