Ini Alasan Cak Thoriq Konsultasi ke Gubernur Jatim

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq terus berusaha membenahi pertambangan pasir. Salah satunya usaha dengan lakukan tanyakan tata atur tambang pasir ke Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (23/08/2020).

Cak Thoriq panggilan dekat Bupati Lumajang menjelaskan jika tambang pasir di Lumajang seperti emas hitam Jawa Timur yang cukup prospek. Tetapi kekuatan yang besar belum juga disertai dengan akseptasi pajak minerba dari tambang pasir yang belum maksimal.

“Dari sasaran 37 milyar tahun kemarin cuma terealisasi 11 milyar,” tutur cak Thoriq.

Tidak terwujudnya sasaran Penghasilan Asli Wilayah (PAD) pasir didasari belum juga selesainya masalah tambang pasir, seperti perselisihan sosial, inkonsistensi IPPKH (Izin Pinjam Gunakan Teritori Hutan), stokpile illegal, sengkarut armada pasir, kebocoran Surat Info Angkutan Barang (SKAB), penambang pasir serta harga jual pasir.

Mengakhiri carut marut persoalan tambang pasir di Lumajang dikatakan Bupati tidak segampang mengubah telapak tangan. Beberapa usaha dilakukan supaya satu-satu masalah tambang pasir bisa dituntaskan.

“Moratorium yang kian waktu masih kami tutup akan selekasnya kami membuka sekalian barusan saya tanyakan pada Ibu Gubernur berkaitan tata atur tambang pasir dari mulai rencana jalan spesial tambang pasir sampai pembangunan stokpile terintegrasi,” katanya.

Berkaitan gagasan pembangunan stokpile terintegrasi, Bupati mengutarakan jika pembiayaannya tidak dapat cuma didukung dari APBD Kabupaten Lumajang saja. Bupati optimistis jika ada sinergisitas Pemkab dengan Pemprov Jawa timur, tata atur tambang pasir akan makin cepat dituntaskan.

“Sebab pembiayaan tidak dapat memercayakan APBD Kabupaten Lumajang, sangat mungkin pembiayaan lain, barusan ada banyak pilihan contohnya memakai peraturan SMI atau Fasilitas Multi Infrastruktur dari Kementerian Keuangan yang sangat mungkin ada pinjaman modal dari proses SMI, kira-kira ada kolaborasi dengan Pemprov Jawa timur pasti ada pemercepatan tata atur tambang pasir di Lumajang,” ujarnya.

Disamping itu, Gubernur Khofifah menyikapi jika hal – hal yang memunculkan pergolakan sosial berkaitan tambang pasir di Lumajang harus selekasnya dicarikan jalan keluar. Gubernur memerintah korps-nya untuk melakukan komunikasi dengan cara intensif dengan Pemkab. Lumajang khususnya berkaitan proses pembangunan stokpile terintegrasi.

READ  Beginilah Upaya Tata Metal Perluas Pasar Ekspor ke Thailand dan Pakistan

“Insya Allah kita akan bertemu pola terkait dengan stokpile,” ujarnya